Trusted Partner in People and Corporate Development

 

“All Leaders Have a Role to Develop and Create Strong New Leaders”

Ditulis oleh:
Brata Taruna Hardjosubroto
Managing Partner – Xerofi Indonesia

Seorang leader yang baik dan profesional, akan sangat meyakini bahwa keberhasilan setiap perusahaan adalah terletak pada efektifitas SDM dan produktifitas SDM, baik secara individu dan team. Efektifitas SDM sangat banyak ditentukan oleh bentuk organisasi yang tepat dan sesuai dengan sasaran dan kondisi perusahaan. Sedangkan, produktifitas perusahaan akan sangat banyak ditentukan oleh penempatan SDM pada organisasi, yang kemudian diikuti dengan program pengembangan SDM.  

Setiap leader harus memiliki kemampuan untuk mengenali dengan baik profil karyawannya, yang khususnya meliputi aspek kompetensi, motivasi dan personality. Dengan kondisi kerja perusahaan yang dapat berubah secara dinamis, maka setiap posisi pada organisasi baik struktural maupun fungsional harus ditempati oleh karyawan yang sesuai dengan kompetensi, motivasi dan personalitynya.

Penempatan karyawan yang sesuai dan tepat, hanya akan dapat terjadi bila dilakukan perencanaan yang cukup komprehensif pada program pengembangan seluruh jajaran karyawan dan telah tersusunnya rencana pergantian (succession plan) para leader dan karyawan inti. Siapakah yang bertanggung jawab atas terjadinya ‘ succession plan’? Tugas tersebut adalah merupakan tanggung jawab setiap leader dalam perusahaan, yang dibantu secara administrative oleh HR manager. Setiap manager harus melakukan pengembangan pada jajaran dibawahnya, merencanakan kariernya dan memiliki scenario atas pergantian yang terjadi pada tingkat struktural dan juga tingkat fungsional inti.

Setiap leader atau manager, memiliki peran sebagai HR manager untuk karyawan dibawahnya, atau yang disebut sebagai ‘people manager’. Dan agar para manager dapat melakukan ‘succession plan’ dengan baik, maka setiap manager harus memahami dengan baik setiap profil bawahannya dan harus mampu untuk bertindak sebagai mentor yang baik bagi bawahannya. Konsep pengembangan SDM terhadap jajaran struktural dan fungsional memiliki perbedaan dan kesamaan. Perbedaan yang ada ialah pada lingkup dan fokus yang berbeda. Bagi para leader, kompetensi managerial, leadership dan pemahaman bisnis adalah merupakan aspek yang harus dikuasai dengan baik. Sedangkan pada aspek teknikal, para leader harus memahami konsep teknis dengan cukup lebar dan menyeluruh secara sistemik, namun tidak perlu detil. Bagi para staf fungsional, kemampuan teknis sangat diperlukan dengan cukup mendalam dan meliputi pula konsep dasar yang cukup lebar.

Departemen SDM memiliki peran untuk memberikan pencerahan kepada seluruh jajaran leader dalam perusahaan, terhadap standard pengukuran kompetensi bawahannya,  agar para leader memiliki perspektif yang sama.

Penyegaran dan pembaharuan leader, baik pada tingkat paling atas atau leader tingkat bawah, harus selalu dilakukan secara periodik dengan kurun waktu kurang lebih 5 tahun atau kurang. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan beberapa tahun mendatang dan dimonitor perkembangannya setiap saat.  Hal ini mutlak dilakukan agar tetap tercipta kondisi kerja yang dinamis, kreatif, dan antusias. Kejenuhan adalah merupakan salah satu aspek yang sangat menghambat pertumbuhan organisasi, dan bilamana seseorang melakukan pekerjaannya dalam kurun waktu yang cukup atau terlalu lama, rasa jenuh tersebut relatif sangat mudah terjadi.

Hal yang penting kemudian ialah, bagaimana membuat agar leader dapat memiliki sikap untuk mengembangkan dan menciptakan leader baru yang lebih baik? Pertanyaan berikutnya ialah, bagaimana cara yang paling efektif untuk melakukan pengembangan bawahan agar muncul leader baru yang berkualitas?

Salah satu ukuran keberhasilan setiap leader ialah kemampuan untuk dapat membawa seluruh timnya mencapai sasaran kerja, dan dapat berlangsung secara terus menerus atau konsisten. Untuk itu, maka para leader, khususnya leader pada tingkat atas, harus memiliki sikap untuk senantiasa berusaha menciptakan SDM yang lebih baik. Direksi harus selalu memberikan tuntutan dan dorongan yang cukup kuat atas program pengembangan SDM, yang dimulai dari tersedianya anggaran dan fasilitas pengembangan kompetensi, dan terciptanya budaya kerja yang akan membentuk sikap mental yang positif.

Untuk dapat terselenggaranya program pengembangan SDM, dimana para leader harus mampu untuk menciptakan leader-leader baru yang lebih kuat, maka berikut adalah beberapa program pengembangan yang harus dilakukan oleh setiap leader:

Setiap leader harus melakukan evaluasi yang cukup komprehensif terhadap personality, kompetensi dan motivasi dari setiap karyawan dibawahnya. Untuk itu, perlu dilakukan ‘Individual Development Plan’ (IDP) bagi setiap staf yang ada. Penyusunan IDP adalah mengacu pada aspirasi dan bakat yang dimiliki pada individu tersebut.
Para leader harus fokus dalam mengimplementasikan IDP dengan cara melakukan  monitor dan evaluasi secara berkala, serta mengukur tingkat pencapaian program IDP pada setiap karyawan.
Para leader harus melakukan mentoring yang terstruktur dan komprehensif, yang meliputi: Coaching, Counseling, Confronting, Evaluation dan Feedback session.
Para leader harus memberikan assignment/ tugas yang menantang, sasaran yang jelas dan hasil yang terukur.

Untuk dapat terwujudnya usaha dalam menciptakan leader baru yang lebih kuat, maka keempat kegiatan tersebut diatas perlu dilakukan dengan benar dan konsisten oleh setiap leader.  Leader yang tidak melakukan kegiatan tersebut, berarti belum menjalankan amanah sepenuhnya sebagai leader, karena mereka belum sepenuhnya memenuhi peran dan tanggung jawabnya sebagai ‘people manager’. 

Article